Monday, March 13, 2006

Masihkah Kau Ingat, Kawan ???


Rujak, rujak, rujak manis rujak manis, murah murah ehhehhee

Pada doyan rujak ya....

Kawan2ku Pandawa, masihkan kau ingat masa2 kita berkumpul bareng di Kebon Raya Bogor..??

Masihkah kau ingat, saat harus ganti ban serep karena bannya kempes..??

Masihkah kau ingat saat harmo dan momon, nyari tukang pompa ban ?

Masihkah kau ingat saat senyum mengembang di pipi kita semua....??

Kapan ya kita bisa silaturahim kembali seperti ini.... bersama suami anak dan pasangan teman2 semua ..??

Tuk Pandawa, terima kasih atas jalinan persahabatan dan kekeluargaan selama ini ...

Kangennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn :) tuk erwin, jadi sopir lagi yaaaa

Djakarta, 14 Maret 2006

Sunday, March 12, 2006

Hak Anak dalam Islam

Hak Anak menurut Islam terdiri dari dua hak dasar, yaitu :
1. Mendapatkan nama yang baik
2. Mendapatkan kasih sayang

Sesuai dengan sabda nabi, Abul Hasan bercerita, suatu hari seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadapku?" Nabi menjawab, "Engkau baguskan nama dan pendidikannya, kemudian tempatkan ia di tempat yang baik".

Rasulallah SAW berpesan, "Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah memberi rahmat kpd seseorang yg membantu anaknya hingga anak dpt berbakti kepadanya." Sahabat bertanya, "Bagaimana cara membantunya?"
Rasulallah menjawab, "Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dgn yg berat, dan tidak pula memakinya dgn yg melukai hatinya."

Jika anak dibesarkan dgn celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dgn permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dgn cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dgn hinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dgn toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dgn dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dgn pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dgn kasih sayang & persahabatan, ia belajar menemukan cinta dlm kehidupan.

Thursday, March 09, 2006

Saudaraku ... Moga Istiqomah yaa ...

Bagaimana perasaan kita, jika ada teman lama yang tiba2 menelpon anda ?
Lalu bagaimana pula perasaan anda, jika ada teman lama yang tiba2 menyapa anda?

"BUZZ ..."
"Assalamu'alaikum warahmatullah hiwabarakatuh"

Nun jauh disana, tepatnya di kota Malang, tiba2 teman lama waktu SMA, Arief Rachamnsyah menyapaku di YM..

YM (Yahoo Messenger) selain sebagai media chatting(cakap-cakap lewat jaringan internet), bagi sebagian besar kalangan pekerja yang berkutat dengan komputer bisa digunakan sebagai sarana koordinasi dengan rekan sekerja ..(ngirit pulsa gituuu ihihihi)

"Wass wr wb, maaf dgn siapa ini..??", sapaku
Karena userid YM tersebut belum terdapat dicontact list saya ...
Dan saya tidak bsia menebak siapa sebenarnya karena nggak kenal dan nggak pernah merasa punya temen dengan userid tersebut.

Tanpa basa basi, akhirnya menjawab dan itulah teman lama saya saat SMA, Arief...
Dialogpun berlanjut ...sampai akhirnya ...

arief : udah punya anak mbak ?
klenthing : punya anak, pernah
klenthing : untuk lebih jelasnya mengenai anakku baca di http://klenthing.blogspot.com

dialog demi dialog menanyakan kabar kuliah dan kegiatan sehari-hari berujung pada pertanyaan-pertanyaanku yang semakin seru :)

klenthing : btw kapan nikah ..??
arief : InsyaAllah taon depan, aku merasa masih banyak hole di keimananku
arriyo : tidak ada cinta yang boleh melebihi cinta seorang hamba kepada Allah, aku lagi memantapkan hati

Allah swt berfirman dalam sebuah ayatNya yang indah, kurang lebih demikian bunyinya
"Wahai pemuda, jika kamu sanggup untuk menikah, maka menikahlah, jika kamu tidak sanggup, maka berpuasalah, karena itu lebih baik bagimu ..."

Subhanallah, dari jawaban Arief diatas, dalam batin saya berkata "InsyaAllah temenku Arief ini kayaknya semakin baik agamanya"

Karena saya tahu Arief itu seperti apa, karena sudah 3 tahun kami satu sekolah dan selalu satu kelas ...

Tak selang berapa lama, muncul pertanyaan saya " Kamu masih ngerokok ?"
Karena saya tahu Arief ini sejak SMA perokok sukses, kayak kereta api..

"aku udah berenti merokok mulai november kemaren koq wi", jawab arief (siwi atau wi adalah panggilan akrabku selama SMA heheheh)

Betapa gembiranya saya mendengar jawaban itu, karena dalam bayangan saya Arief masih perokok seperti dulu dll.. dan semoga istiqomah ya untuk tidak merokok lagi (selain menghabiskan uang juga kesehtana kita jadi rusak khan?)

arief : coz bau rokok aja aku udah pusing bukan kepayang
arief : dan, you know... after I stop smoking ...Islam come to my soul easily, that's true

Subhanallah, semakin dalam batin saya berkata, bahwa temanku ini benar2 telah berubah ...
Sangat benar Allah swt berkata bahwa " Jika Allah swt menghendaki kebaikan, maka Allah akan mudahkan hambaNya akan pemahaman agama"

Penasaran dalam hatiku belum terjawab "Apa yang membuatku temanku ini berubah yaaa ?"
Kugali terus apa bagaimana dia mendapatkan hidayah Allah swt yang sungguh besar ini...

arief : aku kemaren2 mendapatkan jalan hidayah itu dari membaca
arief : pertama buku2 yang ringan
arief : trus buku2 agak berat, sampai akhirnya aku cinta pada Allah

"Subhanallah .... ", gumamku
Hanya dengan berhenti merokok dan buku, Allah swt menyampaikan hidayahNya
Masih belum tuntas juga rasa penasaran saya .... dan .......

"Kalau ada temen yang .. mungkin kamu pengen nolong dia untuk mendapatkan hidayah, silahkan diajak membaca, siapa tahu kasusnya seperti aku ...", pesan arief padaku

Subhanallah, demikian dahsyatnya efek dari membaca buku Islam yang ringan dan bagaimana hidayah merasuk pada diri teman saya, Arief ...

"Astaqfirullah, malu banget aku yaa ....", gumamku dalam hati
Betapa banyak buku-buku agama yang aku dan suamiku punya, dan berapa sering dan berapa lama waktu yang kuluangkan untuk membacanya...

Sapaan arief, bukan tanpa sengaja, namun Allah swt bukan tanpa sia-sia membiarkan silaturahim teman lamaku ini menyapaku...

Ya, semoga silaturahim ini menjadi cambukku untuk semakin meluangkan waktu untuk menambah ilmu dengan rajin membaca...
Dan semoga semangat dakwah dalam hati semakin menggelora dengan wujud yang nyata...

Ya, hidayah harus kita cari dan kejar dengan apapun medianya asalkan sesuai syariah

Buat suamiku tercinta, "Terima kasih yaaa udah mencanangkan rajin membaca wlau hanya 15 menit dalam rumah tangga kita.
Jangan bosan untuk selalu mengingatkan yaaaa

Buat Arief, semoga istiqomah yaaa.... dan semoga keinginanmu untuk menamakan anakmu dengan Salahuddin Al-Ayubbi kian terwujud ...
Semoga juga nantinya dikaruniakan perniakhan yang barokah amiin...

Buat teman2ku yang masih jadi "masinis" sebatang rokok ...berusahalah untuk berhenti ..
Bukankah udah banyak contoh korban dari rokok..??
Dna bukankah hukum merokok sudah demikian jelas (dalam Islam) ?

Selamat berjuang Saudaraku, di jalan Allah swt dengan jalan yang diridhoi Allah swt .... semoga istiqomah amiin
Allahuakbar.....!!!

Djakarta, 10 Maret 2006

Thursday, March 02, 2006

Belum Kelar .... Sabar .... Syukur ...

Hari ini aku sebel banget ...
Sejak agustus 2005 .. kami memulai mbenerin rumah
Rumah sudah selesai (secara umum) desember 2005, namun ada saja hal2 yang masih belum beres ...
Seperti keramik yang retak, bata yang retak dll..

Tukang yang mengerjakan rumah beberapa kali sudah kutegur dan ingatkan, item mana saja yang harus dikerjakan..

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun, janji tukang kadang meleset.. ya mungkin tukangnya ada kerjaan lain yang lebih prioritas... atau ... lagi ada kegiatan yang memang perlu didahulukan...

Capek sebetulnya selalu mengingatkan dan selalu jarang ditepati...
Marah ke tukangnya juga tiada guna ...

"Udah ya Mas Ari (panggilan tuk suamiku tercinta) sekarang apa2 yang menyangkut finishing pekerjaan rumah,Mas Ari yang berkoordiansi dengan tukangnya, adik udah capek mas...
Adik hanya saran apa2 yang harus diperbaiki dan dikomplain ke tukangnya ..", message pada suamiku lewat SKYPE

"istighfar dik, kalo gak ada kesabaran pasti akan stres...tanda iman nya lagi turun...
sabar yaa...baru masalah segini udah gak sabar...bagaimana kalau masalah yg lebih besar??", jawab suamiku

Benar juga apa yang dikatakan suamiku, kadang kita terlalu cepat emosi dalam menghadapi sesuatu..
Kadang kita tidak bisa bersabar yang lebih dalam menghadapi sesuatu ..
Padahal kalau kita lebih lihat jauh ke samping, kana kiri kita, depan kita atau bahkan di seberang lautan dan dibelahan bumi yang taktampak oleh kita, masih banyak saudara2 kita yang "masih hidup dalam kekurangan".

Selama ini Allah swt telah mengamanahkan untuk merawat rumah yang kami tempati.
Ampuni ya Allah jika selama ini hamba-Mu kurang sabar dalam menghadapi sesuatu. Dan jadikanlah kami menjadi hamba-MU yang pandai bersyukur atas nikmat-Mu dan bersabar dengan segala ujian yang Engkau berikan.

Segala ujian yang ada dalam hidup ini, adalah dalam rangka melatih dan meningkatkan iman kami....

Tuk suamiku tercinta.... makasih selama ini selalu mengingatkan saya untuk selalu sabar dan tidak cepat emosi jika menghadapi hal2 yang kurang berkenan ..

"Aku mencintaimu, Mas"

Djakarta
empat moaret doea reboe enam

Monday, February 27, 2006

Seuntai Maaf Untukmu, Mujahidahku ...

Cerpen dalam Rangka Lomba Karya Tulis Islami memeriahkan Ramadhan di Indosat

Friday, 17 December 2004
"Tidak adil, Bunda tidak sayang lagi ya sama Nisa... ???. " "Alhamdulillah, suara adzan Shubuh telah menyadarkanku dalam mimpi tadi.", ucapku dalam hati.

Segera kubangunkan suamiku untuk menunaikan sholat jamaah, tak lupa juga mujahidah kecilku Nisa dengan mukena mungil yang cantik.

Genap sudah kami menikah selama 9 tahun, banyak duka dan suka yang telah keluarga kami lalui. Canda, tawa, marah, rengekan mujahidah kecilku, seraya membuat suasana gubuk kecil kami menjadi bak istana, ya istana, istana dalam hati kami meskipun kami hidup dalam kesederhanaan.

"Hati-hati ya Nak, selama di sekolah nanti. Asalamu'alaikum wr wb ...", seucap salam kami sebelum berangkat ke kantor.

Allah swt begitu Maha Pengasih dan Penyayang.
Malu diri ini kepada Allah swt, meskipun kadang kita jarang bersyukur, tetapi Allah swt selalu
sayang kepada kita semua. Sepanjang jalan menuju kantor, begitu banyak pemandangan kami dapati selama didalam bis. Bis yang senantiasa membantu langkah kami menuju tempat mengais rejeki.

"Waktu yang baik ...", gumamku dalam hati. Kumanfaatkan waktu perjalanan untuk senantiasa berdiskusi dengan suami. Teringat akan mimpiku tadi malam, yang sangat menyentuh hati ini, hati seorang ibu yang selalu berat meninggalkan Nisa sendiri, dan diasuh oleh Nenek dan Kakeknya tiap pagi sampai sore karena keterbatasan kami sebagai orang tua.

"Ayah, ... selama ini Ibu tidak adil ya terhadap keluarga..???", dengan perasaan takut kulayangkan pertanyaan itu kepada Ayah Nisa. Senyum, itulah jawaban dari suamiku tercinta.
Suami yang selalu membimbingku dikala aku salah, suami yang selalu mengingatkanku dikala ku "jauh" dari Allah swt. "Ibu sudah berusaha yang terbaik khan ...?, InsyaAllah Allah swt. Akan mengganti semua dengan yang lebih baik. Amiin.". kalimat lanjutan dari suamiku.

Kuceritakan panjang lebar mengenai mimpiku tadi malam terkait dengan pertanyaan yang kuutarakan. Lega hati ini setelah menceritakan semuanya. Namun dalam hati ini masih saja terdapat ganjalan, "Adilkah aku selama ini kepada keluarga..???" Kulepaskan semua pikiranku, kubersiap untuk mencari rejeki InsyaAllah dengan niat yang ikhlas. "Stop ... Pak ... Stop.. depan kiri ya Pak, terima kasih, Assalamu'alaikum ..." , ucapku kepada sopir bis langganan kami.

Senyum manis mujahidah kecilku selalu menambah semangatku untuk selalu berbuat yang terbaik bagi keluarga. Dan mimpi yang tadi malam ...??? "Nisa, mujahidahku ... maafkan ibu ya Nak selama ini, jika ibu belum bisa berbuat adil, InsyaAllah ibu selalu sayang Nisa ... Allah maafkan hamba-Mu ini, bantulah hamba-Mu ini untuk selalu berbuat adil, Bismillahirrohmanirrohim ", doaku sambil melintasi pintu gerbang kantor.

Bapak/Ibu, mungkin banyak diantara kita yang mengalami masalah yang sama, tapi InsyaAllah saya yakin Allah swt sebaik-baik penjaga dan sebaik-baik pelindung. Semoga kita diberi kekuatan dan kesanggupan Allah swt. untuk selalu berbuat yang terbaik, bagi agama, lingkungan, keluarga, dan juga bagi negara kita, Amiin.

Wassalam Wijiasih [19 Oktober 2004]
"Teruntuk ibuku di Malang, Jawa Timur, terima kasih atas kasih sayangmu, Bu."

Friday, February 24, 2006

Maless banget ya diri ini ...

"Assalamu'alaikum, Pak Jasdi"

Sapaku sesaat bertemu dengan Ustadz kami di lift.
Beliau mengajar kelas terjemah Qur'an dan Bahasa Arab..

"Pak, maaf yaa jika masih sering absen ngajinya ...", selorohku pada beliau ..

Ya ALlah, sudah berapa kesempatan yang Engkau berikan kepadaku untuk dapat hadir dalam pengajian ini..
Namun berapa kali pula, tidak bisa kuhadiri majelis ini karena sesuatu hal.., antara lain beratnya kaki ini tuk melangkah
Hiks, Ya ALlah bantulah hamba-Mu ini untuk selalu semangat dalam mengekplorasi ajaranMu..

Jangan kau biarkan setan-setan membelenggu kami dengan kemalasan yaa

Buat Pak Jasdi, teriam kasih atas ilmu yang diajarkan selama ini... semoga barokah bagi kami..dan pahala yang terus mengalir bagi Bapak. Amiin

wassalam
wiji

Wednesday, February 22, 2006

Semua Hanya Titipan

"Harus diterminasi paling lambat 2 minggu, setelah pemeriksaan ini", kata Dokter

10 malam terkahir Ramadhan 1426H

Berawal dari ...

Alhamdulillah, setelah menikah Allah swt menitipkan seorang calon jundi di rahimku.
Betapa bahagia dan juga nggak menyangka atas kepercayaan ini.
Karena setelah menikah, kami dipisahkan tempat, antara Jakarta dan Banda Aceh.
Alhamdulillah, Tsunami membawa hikmah, yang dapat menyatukan kami tinggal satu atap :)

Kehamilan kujalani dengan begitu lancar, tanpa mabok (layaknya ibu2 hamil) pada umumnya ...
Makanpun tidak ada pantangan..
Bulan pertama, mulai periksa ke dokter kandungan dan alhamdulillah sehat, diberi vitamin dll.
Bulan kedua, nikmatnya menjalani kehamilan, tanpa mabok dll, periksa pun kujalani setiap bulannya. Namun setiap hari ALlah swt menhadiahkan 'masuk angin' dan suamiku dengan setia memijatku
Bulan ketiga, rutin dengan setia suamiku menemani saat periksa ke dokter
Bulan keempat, tah henti-hentinya suamiku menyarankan sabar dan ikhlas menjalani kehamilan ini. Dan alhamdulillah dengan sabar kami bacakan ayat2 suci AlQur'an setiap pagi, kadang saya (calon ibu) yang membacakannya, dan juga lantunan ayat2 Qur'an kami perdengarkan.
Dan ALhamdulillah di bulan ini 'masuk angin' sudha tidak muncul lagi.Calon jundi pun sudah menunjukkan aktifitasnya
Bulan kelima, alhamdulillah calon jundi semakin meningkat aktifitasnya di dalam rahim, tendangannya semakin kenceng, Subhanallah.. Alhamdulillah ALlah swt memberikan kekuatan kepada saya untuk membacakan buku yang menarik kepada calon jundiku.
Bulan keenam, janin tumbuh normal dan masih aktif bergerak..

Di bulan ini, aku berniat untuk general check-up, alhamdulillah terlaksana dengan lancar. pada tanggal 27 september 2005.
3 hari kemudian hasil general check-up keluar.
Langsung besok harinya saya bawa ke dokter kandungan untuk konsultasi. Dan dokter kandungan menyarankan untuk diet rendah garam dan 2 minggu kemudian disarankan untuk USG di fetomaternal RSCM.

Selama 2 minggu, dokter kandungan memberikan obat antihipertensi, alhamdulillah pada pemeriksaan kandungan yang sudah dilakukan 2 minggu sekali, tekanan darah menjadi normal.
Dokter juga menyarankan untuk memperbanyak protein, dengan memakan telur kampung rebus. Berdarakan hasil general check-up, banyak protein yang terbuang berdasarkan pemeriksaan kimia urin.

Selama rentang waktu sebelum USG ke RSCM ini, kami manfaatkan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai hipertensi yang menyertai kehamilan.
Hanyak bisa pasrah dan ikhtiar, bagaimana agar kandunagn ini berjalan sampai saatnya nanti melahirkan.

Tanggal 24 Oktober 2005, diantar suami untuk USG di Fetomaternal RSCM
Alhamdulillah lancar, meskipun diawal saat registrasi ada sedikit kendala, karena dokter yang ditulis di surat rujukan tidak dapat hadir.
Hasilnya keluar saat itu juga yang membikin perasaanku carut marut.
Namun suami tetap mengingatkanku untuk ikhlas dan pasrah, apapun yang terjadi nanti.

Dari hasil diagnosa dokter, diindikasikan terjadi hipoksia, atau aliran oksigen ke janin tidak lancar, disebabkan tekanan darah tinggi yang menyertai kehamilan sehingga metabolisme tubuh ibu sudah sangat terganggu.
Baru kali ini kualami hipertensi, disaat kehamilan pertamaku ini.
Akibat hipoksia, maka terjadi IUGR (pertumbuhan berat janin tidak sempurna atau kurang berat badannya berdasarkan umur kandungannya)

Saran dokter adalah :
a. Periksa kondisi ibu,d an evaluasi
b. Terminasi paling lambat 2 minggu, setelah pemeriksaan ini

Perasaan calon ibu mana yang tidak carut marut saat itu, tapi kucoba tuk optimis bahwa saya bisa mengandung janin sampai usia mejelang kelahiran.
Istiqhfar tiada henti, serta perasaan tidak percaya terhadap apa yang telah menjadi keputusan hasil pemeriksaan dokter.

Tanggal 26 Oktober 2005, hasil dari RSCM saya tunjukkan ke dokter kandunganku.
Ternyata, dokter di RSCM adalah teman dari dokter kandunganku, Sehingga dokter kandungan sudah tahu semua hasil pemeriksaanku di RSCM.

Dengan menegarkan hati, kami dengar dengan tenang penjelasan dari dokter kandunganku, Apa akibat jika kehamilan ini dilanjutkan, namun dokter pun masih bertahan untuk tidak segera mengakhiri kehamilanku ini.

Sebelum pulang, saya diberi obat jalan, dan diminta untuk bedrest.
"Suster, tensi ibu wiji berapa ?", tanya dokter kandunganku
"150/100, dok". jawa susternya
"Coba deh, saya periksa lagi, masak setinggi itu?", tambah dokternya

Akhirnya setelah diperiksa tensi menjadi 170/120, dokter kandunganku nggak percaya, akhirnya saya diminta untuk tidur dan diukur kembali.
Dan betapa kagetnya, tensiku saat itu sudah meningkat menjadi 180/120.

"Ibu, harus rawat inap, dan bed rest, tidak bisa ditawar", kata dokternya
Akhirnya saya dengan suamiku pun menerima apapun keputusan yang terbaik.

Kami hanya bisa tawakkal, denagn sergap suster mengantarku dan mengambil sampel darah dan urine untuk diperiksa lab kembali.
Jam 12 malam, suamiku pulang untuk mengambil pakaian.

Tanggal 27 Oktober 2005, tepat jam 3 diniahri suster menginformasikan bahwa kehamilanku harus ditermiansi melalui operasi caesar pukul 06.00 WIB

Ikhlas, tawakal, takut, segalam macam perasaan menghinggapi hatiku sesaat suster menginformasikan hal itu.
Namun suamiku tetap mengingatkanku bahwa kita harus siap menghadapi apapun yang terjadi dan harus ikhlas.

Tanggal 27 Oktober 2005, tepat jam 6 pagi, operasi dimulai dan berjalan lancar.
Janin yang saya kandung langsung menangis keras sesaat dikeluarkan dari rahimku. Kondisi organ bayi semua lengkap, hanya kekurangan berat badan, karena mengalami hipoksia saat kehamilan, serta saat itu umur kandunganku baru 7 bulan.

Perasaan bahagaai sedih bercampur jadi satu. Namun kami tetap pasrah, apapun yang terjadi dengan diri dan bayi kami, InsyaAllah ikhlas.
Anak kami langsugn dirawat di ruang NICU, dan dirrawat secara khusus, juga diberi obat penguat paru-paru, agar kuat.

Apapun tindakan yang dilakukan terhadap anak kami, dokter selalu meminta konfirmasi.

Tanggal 30 oktober 2005, menjelang sholat isya', dokter NICU memanggil kami, dan apapun kondisi dan yang akan terjadi kami terima dengan ikhlas, InsyaAllah.
Saya dan suami langsung dipersilahkan menuju ruang bayi.
Kami dapatkan, kondisi anak kami pernapasannya sudah terganggu. Dan terjadi pendarahan disaluran pernapasannya.
Kami hanya bisa tawakal, habis airmata ini, serasa sudah kering.
Suster yang menjaga segera memberikan ayat suci AlQur'an kepada kami.
Suamiku membacakan Surat Yaasin, dan nampak oleh kami berdua, betapa napas anak kami, sudah semakin lemah.

Dan kubacakan bacaan Talqin, Laa Illaha ilaallah sebanyak 3 kali, di dekat telinganya. Setelah itulah anak kami sudah kembali kepada pemilik sesungguhnya, Allah swt.

Saat itu Allah swt telah mengambil kembali apa yang memang hanya sebagai titipan bagi kami.
Anakku, Nasyaamah Hasna Nabila, semoga engkau menjadi bidadari Surga amiin.

Dan maafkan Ayah dan bundamu jika selama mengandung dan selama engkau hidup 4 hari, Ayah Bundamu tidak bisa memberikan yang terbaik bagimu ...Nak.

InsyaAllah kita nanti berjumpa kembali yaa..
Semoga hari-hari Nasya disana bahagia..
Jadilah bidadari yang shalihah ya...

Doa Ayah Bunda selalu untukmu, sayang ...
Dan dengan peristiwa ini, semoga Allah swt semakin menambah keimanan Ayah Bundamu, amiin
Serta menjadikan Ayah Bunda untuk berhati2 jika nanti Bunda dipercaya dan diamanahkan untuk mengandung lagi, yaaa

-Jakarta-
Ayah dan Bunda